Pengobatan Anemia Defisiensi Besi - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengobatan Anemia Defisiensi Besi

Artikel ini akan membahas tentang tatalaksana, terapi, dan pengobatan anemia defisiensi Fe. Penting untuk memahami bagaimana penatalaksanaan dari anemia tipe ini karena akan berbeda dengan anemia jenis yang lain. Apa obat anemia defisiensi besi, mari kita simak.

Penatalaksanaan Anemia Defisiensi Besi Pada Anak
gambar sel darah merah

Tatalaksana anemia defisiensi zat besi dilaksanakan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah yang menjadi penyebab anemia dan mengembalikan kadar zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Di bawah ini akan kami jelaskan opsi penatalaksanaan yang bisa untuk dilakukan.

Daftar Isi Makalah Anemia Kekurangan Zat Besi
💓 Definisi
💖 Gejala Klinis
👉 Penyebab
👍 Diagnosis
👌 Pengobatan

Review Pengobatan Anemia Defisiensi Besi

Meningkatkan Jumlah Asupan Zat Besi
Tidak ada cara lain untuk mengatasi kekurangan jumlah zat besi di dalam tubuh selain dengan konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Menambah kuantitas asupan zat besi akan mempercepat pemulihan cadangan zat besi tubuh.

Beberapa makanan yang disarankan untuk penderita anemia karena kekurangan zat besi ini anatara lain:
  • Daging merah, daging dan hati ayam.
  • Berbagai bentuk kacang-kacangan (misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah).
  • Varian makanan laut seperti kerang, ikan, tiram, dll.
  • Sayur mayur berdaun hijau misalnya brokoli, bayam, dll.
  • Sereal yang telah difortifikasi dengan zat besi.
  • Buah-buahan yang biasanya dikeringkan misalnya kismis dan aprikot.
  • Makanan yang mengandung zat besi lainnya.


Selain dengan menambah jumlah asupan makanan berzat besi, mereka yang menderita penyakit anemia defisiensi Fe ini juga disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sarat dengan vitamin C. Vitamin C di sini berfungsi sebagai agen yang mempermudah proses penyerapan zat besi di dalam usus. Sebaliknya, makanan dan minuman yang menghambat proses penyerapan zat besi seperti susu, kopi, teh, dan yang mengandung asam fitat haruslah dihindari.

Konsumsi Suplemen Zat Besi
Suplemen zat besi adalah tatalaksana yang utama yang dapat dilakukan oleh dokter. Selain makanan, suplemen adalah sumber asupan utama zat besi.

Biasanya pasien akan diberikan dosis zat besi 150 sampai 200 mg tiap harinya. Dosis akan disesuaikan untuk berikutnya sesuai dengan evaluasi nilai dan kadar zat besi yang ada dalam tubuh pasien. Suplementasi zat besi ini biasanya diberikan selama beberapa bulan.

Konsumsi suplemen zat besi sebaiknya dilakukan pada saat perut kosong. Namun, seringkali hal ini menimbulkan keluhan saluran pencernaan sehingga dianjurkan dikonsumsi saat makan. Suplementasi zat besi ini dapat diikuti dengan makanan dan minuman yang kaya akan vitamin C untuk membantu proses penyerapan. Bilamana penyerapan zat besi melalui oral tidak cukup efektif maka dapat dilakukan dengan cara pemberian infus.

Gejala dan keluhan akibat anemia ini umumnya hilang setelah satu minggu waktu terapi. Dokter akan melakukan evaluasi pengobatan dengan melakukan pemeriksaan darah serial.

Tatalaksana Penyebab Anemia Defisiensi Zat Besi
Pentalaksanaan penyebab anemia ini merupakan hal yang penting. Asupan dan suplementasi zat besi yang baik tetap akan menimbulkan relaps penyakit bila penyebab terjadinya anemia tidak diatasi. Banyak hal yang menyebabkan anemia ini (dapat dilihat pada link "penyebab" di atas) dan memerlukan prosedur tatalaksana yang berbeda pula. Umumnya tatalaksana penyebab adalah medikamentosa dan prosedur operatif.

Transfusi Eritrosit (Sel Darah Merah)

pengobatan anemia defisiensi fe PDF
sumber: https://cdn.pixabay.com/photo/2017/01/10/07/11/blood-1968458__340.png

Bilamana tatalaksana asupan dan suplementasi zat besi tidak berjalan dengan baik atau penanganan membutuhkan waktu yang cepat (misal pada pasien dengan anemia derajat berat karena kadar hemoglobin rendah) maka dokter akan memberiksan tranfusi sel darah merah.

Pengobatan Anemia Defisiensi Besi Pada Anak

Terapi anemia defisiensi besi pada anak umumnya sama dengan dewasa, tapi dengan detail dosis berbeda. Lebih jelasnya terapi terbagi menjadi dua cara, antara lain:

1. Tatalaksana Faktor Penyebab
Umumnya penyebab anemia kekurangan zat besi pada anak adalah cadangan besi yang rendah (misal pada anak prematur dan BBLR), asupan zat besi yang kurang (misal karena kualitas air susu ibu buruk, tidak nafsu makan, alergi protein susu sapi, dan malabsorbsi), penyakit infeksi, dan perdarahan berlebihan (misal menstruasi pada remaja). Penanganan penyakit harus disesuaikan dengan keadaan yang melatarbelakanginya seperti telah disebutkan di atas. Terapi dokter pada satu keadaan akan berbeda dengan keadaan lainnya.

2. Pemberian Preparat Besi
Pemberian suplemen zat besi pada anak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu or al dan parenteral.
Oral
  • Pemberian secara oral yaitu dengan besi elemental. Dosisnya 3 mg per kgBB sebelum makan atau 5 mg per kgBB setelah makan yang dibagi ke dalam 2 dosis.
  • Pemberian diteruskan hingga 2-3 bulan setelah kadar hemoglobin telah normal
  • Pemberian vitamin C dapat dilakukan dengan dosis 2X50 mg per hari untuk membangtu penyerapan zat besi.
  • Pemberian asam folat 2X 5-10 mg per hari juga dapat dilakukan untuk memudahkan proses eritropoiesis.
  • Berusaha menghindari makanan penghambat penyerapan zat besi (misal teh, kopi, susu murni, dan beberapa jenis obat-obatan).
  • Usahakan banyak minum agar terhindar dari konstipasi yang merupakan efek samping pemberian preparat besi.


Parenteral
Indikasi pemberian zat besi secara parenteral, antara lain:
  • Anak mengalami malabsorbsi
  • Anak membutuhkan peningkatan kadar zat besi dalam waktu cepat.
  • Anak mengalami alergi terhadap preparat besi or al.


Baca juga topik terkait:

Pengobatan Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu Hamil

Terapi anemia defisiensi besi pada ibu hamil umumnya dengan melakukan pemberian preparat zat besi tambahan. Kebijakan program KIA (kesehatan ibu dan anak) di Indonesia ditetapkan bahwa pemberian tablet Fe (320 mg ferro sulfat dan 0,5 mg asam folat) bagi semua bumil dengan dosis 1 tablet sehari dalam durasi 90 hari. Peningkatan dosis dapat dilakukan sampai 2 atau 3 kali sehari bilamana pada saat ANC (ante natal care) ditemukan kadar hemoglobin dibawah 9%.

Penatalaksanaan Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu Hamil
gambar ilustrasi ibu hamil

Pemberian preparat ini dalam jumlah banyak juga tidak menunjukkan keefektifan penyerapan karena kemampuan penyerapan usus juga terbatas. Bahkan seringkali menimbulkan efek samping saluran pencernaan. Pemberian preparat ini akan diikuti oleh perubahan warna tinja menjadi hitam. Ini merupakan hal yang normal.

Nah, itu tadi artikel tentang penanganan anemia defisiensi besi yang dapat kami sampaikan. Pembahasan juga kami luaskan penanganan anemia defisiensi besi pada ibu hamil dan juga obat anemia defisiensi besi pada anak. Semoga bermanfaat.

Sumber Makalah Pengobatan Anemia Defisiensi Besi
https://www.alodokter.com/
http://www.idai.or.id
https://www.who.int/
Bakta, IM. 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: EGC.
Hercberg G, Galan P, Preziosi P, et al. Consequences of iron deficiency in pregnant women. Clin Drug Invest 2000; 19 Suppl. 1:1-7
Markum HA. Diagnostik dan penanggulangan anemia defisiensi. Dalam: Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak FKUI I; 1982, Jakarta: IKA FKUI, 1982. h. 5-13.

Post a Comment for "Pengobatan Anemia Defisiensi Besi"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>