Penyakit Infeksi Saluran Kemih - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Penyakit infeksi saluran kemih menjadi topik yang banyak dicari para pengguna internet. Pertanyaan seperti infeksi saluran kemih itu apa? Apakah infeksi saluran kemih berbahaya? cukup sering ditanyakan di halaman pencarian google.

Oleh karena itu, lewat tulisan ini kami berusaha menjawab pertanyaan seputar hal ini. Mudah-mudahan dapat memuaskan rasa ingin tahu para pembaca.

Daftar Isi Infeksi Saluran Kemih (ISK)

  1. Pengertian
  2. Klasifikasi
  3. Gejala dan Tanda
  4. Penyebab
  5. Diagnosis
  6. Pengobatan
  7. Pencegahan

No. ICPC-2 : U71 Cystitis/ urinary infection others
Kode ICD 10 infeksi saluran kemih : N39.0 Urinary tract infection, site not specified
Kode penyakit ISK di atas dapat digunakan dalam proses pengentrian rekam medis BPJS Kesehatan

Definisi Infeksi Saluran Kemih

Pengertian penyakit infeksi saluran kemih adalah suatu keadaan dimana organ saluran kemih (kencing) yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra mengalami infeksi. Namun, biasanya kebanyakan infeksi saluran kencing ini mengenai bagian kandung kemih dan uretra.

Penyakit ini sering juga dikenal dan disebut sebagai infeksi saluran kencing atau ISK di Indonesia. Dalam bahasa Inggris nya disebut dengan Urinary Tract Infection (UTI).

Definisi Infeksi Saluran Kencing Menurut Para Ahli
Menurut Dipiro dkk, 2015 bahwa ISK ialah suatu penyakit yang mana terdapat mikro-organisme di dalam urine yang jumlahnya banyak sehingga menimbulkan penyakit.

Bahasa Medis Infeksi Saluran Kemih
Istilah medis penyakit ini bermacam-macam tergantung dari bagian mana yang terkena serangan infeksi. Beberapa diantaranya adalah:
  • Pielonefritis : bila infeksi mengenai bagian jaringan ginjal.
  • Ureteritis : bilamana infeksi terjadi pada bagian saluran ureter.
  • Sistitis : bila peradangan atau infeksi muncul di kandung kemih.
  • Uretritis : proses infeksi terjadi pada saluran uretra.

Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih

Menurut area yang terkena infeksi, maka jenis infeksi saluran kemih dikelompokkan menjadi ISK atas dan ISK bawah. ISK atas adalah infeksi yang mengenai bagian saluran kemih mulai dari ginjal hingga kandung kemih bagian atas. Sementara itu, ISK adalah infeksi yang terjadi pada area kandung kemih bagian bawah hingga bagian uretra.

Dari kedua jenis infeksi saluran kencing ini perlu diketahui bahwasanya infeksi saluran kemih bagian atas lebih berbahaya ketimbang ISK bawah. Hal ini dikarenakan  dapat menimbulkan komplikasi urosepsis. Urosepsis adalah suatu keadaan dimana bakteri di ginjal tersebar dan masuk ke pembuluh darah. Urosepsis ini dapat menyebabkan syok hingga kematian.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Ciri ciri infeksi saluran kemih ini akan bergantung kepada area yang terkena. ISK atas umumnya menunjukkan tanda tanda infeksi saluran kemih utama berupa nyeri pada bagian pinggang (atau punggung bawah) yang dapat menjalar ke area ari-ari, kemaluan, testis, atau selangkangan. Nyeri akan dirasakan bertambah parah saat proses buang air kecil.

gejala-infeksi-saluran-kemih-nyeri-berkemih
salah satu gejala penyakit ISK adalah nyeri pada bagian ari-ari terutama saat proses berkemih

Selain gejala di atas, ada beberapa gejala penyerta lain, yaitu:
  • Demam.
  • Tubuh dirasakan menggigil.
  • Dapat disertai mual dan atau muntah.
  • Diare.

Sementara itu, tanda dan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah biasanya berupa:
  • Nyeri saat proses berkemih.
  • Frekuensi berkemih semakin sering dengan kuantitas air urin yang sedikit.
  • Susah menahan buang air kecil.
  • Perasaan penuh pada kandung kemih.
  • Nyeri perut bagian bawah, yang umumnya berupa nyeri panggul pada wanita dan nyeri pada area rektum untuk infeksi saluran kemih pada pria. Infeksi saluran kemih pada bayi juga dapat terjadi. Gejalanya hampir sama berupa demam dan bayi terlihat kesakitan (kadang menangis keras) saat buang air kecil.
  • Urin mengeluarkan bau yang sengat.
  • Urin dapat menunjukkan warna yang keruh.
  • Dapat ditemukan hematuri (darah di dalam urin).
  • Letih dan lesu.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Penyebab penyakit infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berada di saluran kemih. Ini adalah bakteri yang tersering, tetapi tidak menutup kemungkinan bakteri yang lain.

e-coli-penyebab-infeksi-saluran-kemih
gambar mikroskopis bakteri E. coli penyebab penyakit ISK

Bakteri E. coli ini umumnya hidup di saluran pencernaan. Infeksi terjadi lantaran bakteri masuk ke saluran kemih melalui ujung uretra (orifisium uretra) baik pada pria maupun wanita. Proses pembersihan daerah dubur sehabis buang air besar seringkali menjadi awal proses infeksi.

Cara cebok yang salah pada wanita (kotoran tersapu ke area ujung saluran uretra yang sering dilakukan oleh kaum wanita) dan tangan atau tisu toilet yang secara tidak sengaja mengenai orifisium uretra mengakibatkan bakteri atau kuman masuk ke dalam saluran kemih.

Penyebab Infeksi Saluran Kencing Selain Bakteri
Pada dasarnya infeksi ini diakibatkan oleh bakteri, akan tetapi bisa juga dikarenakan oleh serangan infeksi virus dan jamur. Namun, kedua agen penyakit ini tidak terlalu sering menjadi penyebab dibandingkan dengan bakteri atau kuman.

Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih

Wanita lebih sering dan tinggi risiko nya mengalami penyakit ISK ini. Mengapa? Hal ini disebabkan wanita memiliki panjang saluran uretra yang lebih pendek ketimbang kaum pria sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan berkembang biak di sana.

Namun, ada berbagai keadaan lainnya yang bisa meningkatkan risiko terkena ISK ini, antara lain:
  • Infeksi saluran kemih pada ibu hamil lebih rentan terjadi.
  • Riwayat mengalami penyakit ISK sebelumnya.
  • Wanita yang sudah memasuki masa menopause. Menopause akan membuat kadar hormon estrogen menurun yang nantinya akan mempengaruhi jumlah bakteri normal yang ada di vagina.
  • Riwayat mendapatkan prosedur operasi pada area saluran kemih.
  • Menggunakan kateter urin dalam waktu yang lama.
  • Adanya sumbatan pada saluran kemih, misalnya penyakit pembesaran prostat (benign prostat hipertrofi) atau penyakit batu ginjal. Sumbatan ini akan menyebabkan kandung kemih sulit dikosongkan sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.
  • Penurunan imunitas tubuh seperti pada penyakit diabetes mellitus atau individu yang sedang dalam regimen kemoterapi.
  • Pemanfaatan kondom yang mengandung pelumas spermisida. Kondom jenis ini dapat mengakibatkan infeksi pada vagina wanita sehingga lebih mudah menyebabkan ISK berkembang.

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

Diagnosis infeksi saluran kemih disimpulkan dari riwayat kesehatan pasien, gejala dan tanda yang diderita, dan serangkaian hasil pemeriksaan fisik dan penunjang.

Salah satu pemeriksaan penunjang (pemeriksaan laboratorium infeksi saluran kemih) yang sering dilakukan adalah urinalisis. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel urin yang diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah ada sel darah putih di dalam sampel urin yang menjadi penanda adanya penyakit ISK. Dalam beberapa kasus urinalisis diikuti dengan kultur urin untuk melihat keberadaan bakteri tertentu atau jamur yang menjadi agen penyebab penyakit.

Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk untuk menentukan apakah bakteri sudah menyebar ke dalam darah pada ISK atas. Hal ini sering diikuti dengan kultur darah untuk mengetahui agen penyebab penyakit.

Untuk kasus ISK yang sering berulang diperlukan pemeriksaan pencitraan seperti USG, CT-scan, atau MRI. Pemeriksaan pencitraan ini dapat didahului dengan penggunaan zat kontras. Hal ini dilakukan untuk melihat adanya kelainan dalam saluran kemih.

Pemeriksaan penunjang lainnya dapat berupa sistokopi. Ini adalah suatu pemeriksaan dimana suatu selang kecil berkamera dimasukkan ke dalam saluran kemih melalui orifisium untuk melihat dan menilai keadaan saluran kemih khususnya kandung kemih. Pemeriksaan ini juga dapat sekaligus mengambil sampel jaringan kandung kemih bila dicurigai keberadaan penyakit kanker.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Bagaimana cara mengobati infeksi saluran kemih ? Pengobatan infeksi saluran kemih dapat dilakukan dengan pemberian obat anti-biotik. Jenis antibiotik yang digunakan disesuaikan dengan keadaan pasien dan jenis bakteri atau agen yang menyebabkan ISK.

antibiotik-cara-mengobati-infeksi-saluran-kemih
gambar salah satu antibiotik untuk penyakit ISK. Penggunaan harus dengan rekomendasi dokter.

Beberapa antibiotik untuk infeksi saluran kemih yang umum digunakan adalah fosfomycin, nitrofurantoin, trimethoprim, dan ceftriaxone. Pada beberapa kasus, antibiotik golongan fluorokuinolon, seperti siprofloksasin dan levofloksasin dapat dimanfaatkan bila tidak ada pilihan antibiotik lainnya.

Pada umumnya minum obat dapat menjadi cara mengatasi infeksi saluran kemih yang efektif dan biaanya gejala akan mulai mereda atau hilang setelah beberapa hari minum obat. Namun, disarankan untuk tetap melanjutkan minum obat sampai selesai untuk mencegah resistensi kuman.

Pada kasus ISK yang sering kambuh biasanya dokter akan merekomendasikan penggunaan antibiotik dalam dosis yang rendah akan tetapi diminum selama 6 bulan atau lebih.

Untuk kasus ISK yang berkaitan dengan aktivitas seksual (maksudnya ISK kambuh setelah berhubungan seksuil) maka dokter menganjurkan untuk meminum antibiotik tiap selesai berhubungan. Selain itu, biasanya dokter menyarankan pengkajian dan pemeriksaan terhadap pasangan suami istri (tidak hanya suami saja atau istri saja).

Bagi pasien yang mengalami ISK terkait dengan penggunaan KB seperti pil KB atau kondom yang mengandung spermisida maka dokter akan menganjurkan untuk mengganti metode KB.

Khusus kasus ISK dengan derajat yang berat maka direkomendasikan untuk ditangani oleh tim medis di rumah sakit. Penggunaan antibiotik suntik (parenteral) akan diutamakan.

Makanan Penyembuh Infeksi Saluran Kemih
Banyak juga infomasi tentang makanan yang dapat menyembuhkan penyakit ISK ini. Menurut kami, penyakit akan sembuh dengan pengobatan definitif, yaitu menghilangkan kuman penyebab dari tubuh pasien, mencegah, dan mengobati komplikasi yang terjadi. Nah, bila ada jenis makanan yang dapat melakukan hal tersebut maka bukan tidak mungkin pasien akan sembuh.

Banyak bahasan di media tentang makanan penyembuh infeksi saluran kemih ini. Pada kenyataannya kebanyakan membahasnya dri segi preventif dan promotifnya. Untuk itu pada bagian artikel lain kami akan membahas benar-benar dari segi kuratifnya.

Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

ISK dapat dicegah dengan cara melaksanakan berbagai hal seperti disebutkan di bawah ini, antara lain:
  • Pantangan infeksi saluran kemih yang utama adalah cebok ke arah depan setelah buang air besar khususnya pada kaum hawa.
  • Banyak konsumsi air putih. Ini berguna untuk meningkatkan frekuensi beremih sehingga lebih cepat mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Minum air putih ini juga disarankan setelah berhubungan intim guna mencegah bakteri masuk lebih dalam ke saluran uretra.
  • Menghindari pemakaian kondom berspermisida untuk laki-laki.
  • Disarankan menggunakan pakaian yang longgar (tidak ketat) agar daerah kewanitaan tidak lembab.
  • Menghindari bermacam produk kewanitaan yang dapat menimbulkan iritasi.
  • Selalu membersihkan daerah kewanitaan sebelum dan selesai berhubungan.


Komplikasi Infeksi Saluran Kemih
Perlu dimengerti bahwa penyakit infeksi saluran kemih jika dibiarkan atau tanpa ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan infeksi ginjal. Infeksi ginjal ini pula bisa menyebabkan kerusakan sel dan jaringan ginjal yang bersifat permanen.

Berbagai komplikasi kesehatan lainnya bila ISK tidak ditangani antara lain:
  • Sepsis.
  • Striktur uretra.
  • Ibu hamil yang terkena ISK akan berisiko mengalami kelahiran prematur dan atau bayi memiliki berat badan lahir rendah.

Dr. Zuhdy
Dr. Zuhdy Aktif sebagai dokter umum di dunia nyata dan senang membagikan informasi kesehatan di dunia maya. Gabung Fans Page FB kami: Kedokteran dan Kesehatan

Post a Comment for "Penyakit Infeksi Saluran Kemih"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>