Daftar Penyakit Yang Dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Penyakit Yang Dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Daftar Penyakit Yang Dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dalam Paket Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional - Artikel ini akan merincikan tentang list berbagai penyakit yang akan diberikan pelayanan di FKTP sesuai paket jamkesnas. Kita tahu bahwasanya FKTP ini adalah palang pintu dalam pelayanan kesehatan era JKN. Contoh FKTP adalah puskesmas, praktek dokter mandiri, atau klinik swasta mandiri. Oleh karena itu, pelayanan yang akan diberikan seharusnya sesuai dengan kapabilitas FKTP itu sendiri. Selain itu, besaran kapitasi harus disesuaikan juga.

Daftar Penyakit Yang Dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

100 Penyakit Yang Diobati di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Oleh karena itu berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Ikatan Dokter Indonesia serta ketetapan muktamar IDI XXX maka menetapkan acuan berupa list penyakit-penyakit yang akan dilayani di FKTP sesuai dengan paket kapitasi JKN. Adapun penyakit-penyakit tersebut, antara lain:
  1. Tension headache (Nyeri kepala jenis tension)
  2. Bells' palsy (gangguan saraf fasialis)
  3. Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)
  4. Benda asing di konjungtiva
  5. Konjungtivitis (radang pada konjungtiva mata)
  6. Perdarahan subkonjungtiva
  7. Blefaritis (radang pada kelopak mata)
  8. Hordeolum (radang pada kelenjar di tepi kelopak mata)
  9. Episkleritis (radang antara sklera dan konjungtiva mata)
  10. Otitis eksterna (radang saluran telinga luar)
  11. Otitis media akut (radang saluran telinga tengah)
  12. Serumen prop (penumpukan serumen pada saluran telinga)
  13. Mabuk perjalanan
  14. Furunkel pada hidung (radang kulit seperti bisul)
  15. Rhinitis akut (radang selaput lendir hidung yang bersifat akut)
  16. Rhinitis vasomotor (rinitis tanpa diketahui sebab yang pasti)
  17. Rhinitis alergika (rinitis akibat alergi)
  18. Benda asing pada hidung
  19. Epistaksis (mimisan)
  20. Influenza (infeksi saluran pernafasan akibat virus)
  21. Pertusis (batuk rejan)
  22. Faringitis (radang pada tenggorokan bagian faring)
  23. Tonsilitis (radang pada tonsil)
  24. Laringitis (radang pada tenggorokan bagian laring)
  25. Asma bronkial
  26. Bronkitis akut
  27. Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
  28. Hipertensi esensial (nilai tekanan darah lebih dari normal tanpa sebab yang pasti)
  29. Kandidiasis (infeksi jamur kandida)
  30. Ulkus mulut (aptosa, herpes)
  31. Parotitis (radang kelenjar parotis)
  32. Infeksi pada umbilikus
  33. Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
  34. Refluks gastroesofagus (asam lambung mengalir kembali ke esofagus)
  35. Intoleransi makanan
  36. Alergi makanan
  37. Ankilostomiasis (Infeksi Cacing Tambang)
  38. Strongiloidiasis
  39. Askariasis (Infeksi Cacing Gelang)
  40. Skistosomiasis
  41. Disentri basiler, disentri amuba
  42. Hemoroid grade 1-2
  43. Infeksi saluran kemih
  44. Sindrom duh (discharge) genital (non gonore)
  45. Infeksi saluran kemih bagian bawah
  46. Vulvitis (radang pada vulva)
  47. Vaginitis (radang pada vagina)
  48. Kehamilan normal (ANC)
  49. Aborsi spontan komplit
  50. Anemia defisiensi besi pada kehamilan
  51. Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea pada organ genital
  52. Mastitis (radang pada kelenjar air susu)
  53. Cracked nipple (lecet dan nyeri pada puting susu)
  54. Inverted nipple (puting susu tertarik ke dalam)
  55. Diabetes melitus tipe 2
  56. Hipoglikemia ringan
  57. Malnutrisi energi-protein
  58. Obesitas
  59. Anemia defisiensi besi
  60. Limfadenitis Akut
  61. Malaria (infeksi plasmodium melalui nyamuk)
  62. Reaksi anafilaktik karena makanan
  63. Reaksi anafilaktik
  64. Ulkus pada tungkai
  65. Herpes zoster tanpa komplikasi
  66. Morbili tanpa komplikasi
  67. Varisela tanpa komplikasi
  68. Herpes simpleks tanpa komplikasi
  69. Impetigo (infeksi kulit berupa pustula nanah)
  70. Impetigo ulseratif (ektima)
  71. Furunkel, karbunkel
  72. Folikulitis superfisialis
  73. Erisipelas
  74. Lepra
  75. Tinea kapitis (infeksi jamur kulit pada kepala)
  76. Tinea barbe (infeksi jamur kulit pada area berambut)
  77. Tinea fasialis
  78. Tinea korporis (infeksi jamur kulit pada badan)
  79. Tinea manus
  80. Tinea unguium (infeksi jamur pada kuku)
  81. Tinea kruris (infeksi jamur kulit pada selangkangan)
  82. Tinea pedis (infeksi jamur kulit pada kaki)
  83. Pitiriasis versikolor (infeksi jamur malasezia kronis)
  84. Kandidosis mukokutan ringan
  85. Cutaneus larva migran
  86. Filariasis (infestasi cacing filariasis/ penyakit kaki gajah)
  87. Pedikulosis kapitis
  88. Pedikulosis pubis
  89. Skabies
  90. Reaksi gigitan serangga
  91. Dermatitis kontak iritan (dermatitis akibat kontak dengan bahan iritan
  92. Dermatitis numularis
  93. Napkin eczema (dermatitis popok)
  94. Pitiriasis rosea
  95. Akne vulgaris ringan
  96. Hidradenitis supuratif
  97. Dermatitis perioral
  98. Miliaria
  99. Urtikaria akut
  100. Exanthematous drug eruption, fixed drug eruption
Mudah-mudahan bermanfaat. Bila Anda ingin melihat kode ICD X BPJS Kesehatan silahkan klik di:
Dr. Zuhdy
Dr. Zuhdy Aktif sebagai dokter umum di dunia nyata dan senang membagikan informasi kesehatan di dunia maya. Gabung Fans Page FB kami: Kedokteran dan Kesehatan

Post a Comment for "Daftar Penyakit Yang Dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>