Indikasi dan Dosis Obat Ambroxol / Ambroksol HCl

Indikasi dan dosis obat ambroxol - Artikel ini akan membahas lengkap tentang obat ambroxol. Pembahasan meliputi nama generik dan nama paten obat, sediaan obat, komposisi dan kandungan obat, mekanisme kerja dan indikasi, serta dosis dan interaksi obat.

dosis obat ambroxol hydrochloride
gambar obat ambroxol

Review Obat Ambroxol atau Ambroksol

NAMA
Nama Obat Generik :
Nama generik obat ambroksol adalah Ambroxol HCl atau nama lain sering disebut juga dengan ambroksol.

Ambroxol HCl adalah jenis obat yang digolongkan ke dalam golongan mukolitik, maksudnya adalah obat yang berperan dalam pengenceran dahak mengencerkan dahak. Ambroksol biasanya dimanfaatkan dalam mengatasi gangguan pernapasan oleh karena produksi dahak yang terlalu berlebihan, misalnya pada kondisi seperti bronkiektasis dan emfisema.

Nama Obat Paten atau Bermerek
Nama merek paten ambroksol yang sering ditemukan adalah Ambril, Broxal, Broncozol, Bronchopront, Extropect, Epexol, Interpec, Limoxin, Lapimuc, Mucera, Molapect, Mucos, Mucopect, Mukinol, Mucoxol, Nufanibrox, Roverton, Sohopect, Silopect, Sohopect Forte, Transmuco, Transbroncho.

Sediaan dan Kandungan Isi Obat Ambroxol

Secara umum obat ini dibentuk dalam sediaan sebagai barikut:
  • Sediaan Ambroxol tablet / Ambroxol tab : setiap 1 tablet berisi ambroksol HCl (hidroklorida) 30 mg.
  • Sedian Ambroxol sirup / Ambroxol syr : setiap 1 sendok takar (5 ml) berisi ambroksol HCl 15 mg.
  • Sediaan Ambroxol drops : setiap 1 ml berisi ambroxol HCl 15 mg.
  • Sediaan Ambroxol eliksir : setiap 1 sendok takar (5 ml) berisi ambroxol HCl 30 mg.


Mekanisme dan Cara Kerja Obat Ambroxol

Ambroksol adalah suatu agen sekretolitik yang dapat mengatasi gangguan pernafasan yang berkaitan dengan sekresi mukosa yang bersifat berlebihan. Ambroksol ialah metabolit dari bromeksin (bromexine). Pengobatan biasanya untuk penyakit saluran pernafasan yang bersifat akut dan kronik yang disertai dengan sekresi bronkus yang abnormal, khususnya pada bronkitis kronik eksaserbasi, asthmatic bronchitis dan bronchial asthma.

Mekanisme Aksi dan Farmakologi Ambroksol

Ambroxol merupakan agen mukolitik. Nitrat oksida yang berlebihan (NO) erat hubungannya dengan proses inflamasi dan bermacam gangguan lainnya pada fungsi saluran nafas. NO akan mempercepat aktivasi guanylate cyclase yang larut dan akumulasi cGMP. Ambroksol sudah menunjukkan kemampuan untuk menghambat NO dependent dari aktivasi guanylate cyclase yang larut. Berkemungkinan akan memberikan hambatan pada aktivasi NO-dependent dari guanylate cyclase yang larut yang bisa memberikan penekanan pada proses sekresi lendir yang berlebihan. Hal ini akan menurunkan viskositas lendir dan mempercepat transportasi mukosiliar dari sekresi bronkial.

Ambroksol adalah suatu metabolit aktif N-desmethyl dari mukolitik Bromheksin. Proses dan mekanisme nya masih belum diketahui dengan pasti. Ini memiliki kemungkinan peningkatan kuantitas dan penurunan viskositas sekresi trakeo-brankial. Selain itu, ada kemungkinan juga memiliki peran sebagai ekspektoran, melalui peningkatan transportasi muko-siliar dengan cara menstimulasi pergerakan silia. Ambroksol juga akan memberikan stimulasi pada proses sintesis dan sekresi surfaktan paru.

Indikasi Penggunaan Obat Ambroxol

Pemberian ambroksol diindikasikan pada penyakit saluran pernapasan yang bersifat akut dan kronis dan disertai abnormalitas sekresi bronkial, terkhusus pada kasus bronkitis ekaserbasi akut, bronkitis kronis, bronkitis asmatik, dan asma bronkial.

Kontraindikasi Pemakaian Obat Ambroxol

Pemberian ambroxol dikontraindikasin pada pasien-pasien yang memiliki reaksi alergi atau hipersensitif terhadap ambroksol.

Efek Samping Pemberian Obat Ambroxol

Umumnya pemberian ambroksol dapat ditoleransi dengan baik oleh kebanyakan orang. Efek samping ringan pernah dilaporkan terjadi pada saluran pencernaan pada sebagian pasien. Pernah juga dilaporkan kejadian alergi.

Dosis Obat Ambroxol

Penetapan dosis berdasarkan golongan usia seperti di bawah ini:
  • Dosis ambroxol untuk orang dewasa : dapat diberikan 3 x 30 mg dalam sehari.
  • Dosis ambroxol untuk anak di bawah usia 2 tahun : dapat diberikan 2 x 7,5 mg dalam sehari.
  • Dosis ambroksol untuk anak usia 2 sampai 5 tahun : dapat diberikan 3 x 7,5 mg dalam sehari.
  • Dosis ambroksol untuk anak usia 5 sampai 12 tahun : dapat diberikan 3 x 15 mg dalam sehari.

Pemberian dosis pada anak dapat juga diberikan berdasarkan berat badannya yaitu sebesar 0,5 per kgBB per kali.

Obat diberikan setelah makan dan dosis obat dapat dikurangi menjadi 2 kali dalam sehari dalam pemakaian jangka panjang.

Perhatian dan Peringatan
Pemberian obat ini pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan. Pemakaian pada ibu hamil juga diketahui keamanannya dengan pastiti.

Interaksi Obat Ambroxol

Terjadinya interaksi obat pada kombinasi ambroxol dengan obat lain cukup memungkinkan. Hal ini terutama yang berhubungan dengan sediaan yang digunakan sebagai obat umum pada sindroma bronkitis (kortikosteroid, bronkospasmolitik, glikosida jantung, diuretik, atau antibiotik).

Belum ada Komentar untuk "Indikasi dan Dosis Obat Ambroxol / Ambroksol HCl"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel