Kondisi yang Membutuhkan Resusitasi Bayi Baru Lahir - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kondisi yang Membutuhkan Resusitasi Bayi Baru Lahir

Pada waktu dilahirkan bayi akan mengalami masa transisi agar dapat bernafas dengan sendiri. Namun, tidak semua bayi yang dapat melakukan transisi dengan baik. Bilamana sang bayi tidak dapat beradaptasi dengan baik maka dibutuhkan tindakan resusitasi bayi baru lahir untuk membantu proses untuk bernafas dengan sendirinya.

Kondisi yang Membutuhkan Resusitasi Bayi Baru Lahir
gambar bayi baru lahir

Tentang Resusitasi

Resusitasi jantung paru adalah tindakan tatalaksana medis yang sangat penting pada waktu darurat. Tindakan ini memiliki tujuan untuk menjaga sirkulasi darah dan peredaran oksigen tetap berjalan. Tindakan ini biasanya dilaksanakan pada kasus-kasus henti jantung, gangguan nafas, dan juga termasuk pada masalah bayi baru lahir.

Nah, artikel ini khusus membahas tentang resusitasi yang dilakukan pada bayi baru lahir. Jadi, kondisi apa yang membutuhkan resusitasi bayi baru lahir dan kapan itu dilakukan?

Kapan Resusitasi Bayi Baru Lahir Perlu Dilaksanakan?
Perihal yang penting untuk diperhatikan pada neonatus atau bayi baru lahir ialah adakah sang bayi itu cukup bulan, evaluasi kekuatan ototnya, adakah tangisan saat lahit, dan mampukah untuk bernafas. Jika sang bayi tidak memiliki hal-hal tersebut maka pertimbangkan untuk memberi resusitasi.

Selain itu, ada bermacam faktor risiko yang mengakibatkan bayi membutuhkan resusitasi, antara lain:
  • Bayi yang keadaannya dipengaruhi oleh gangguan masa kehamilan
  • Bayi yang lahir prematur, yakni lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu,
  • Bayi yang lahir sungsang,
  • Bayi gemeli (kembar), dan atau
  • Bayi yang lahir dengan masalah gangguan pernapasan, contohnya asfiksia.


Langkah Resusitasi pada Bayi Baru Lahir

Tindakan dan langkah resusitas pada bayi baru lahir ini dilaksanakan oleh dokter atau tim medis yang menolong persalinan. Yang pertama sekali dilaksanakan adalah mengeringkan tubuh bayi, menyelimutinya, memposisikan dengan benar, menjaga agar suhu bayi tetap hangat, dan menjaga suplai oksigen kepada bayi. Kesemuanya dilakukan sambil melakukan evaluasi dan observasi terhadap bayi baru lahir.

Yang dievaluasi dalam observasi ini adalah sistem pernafasan bayi, pergerakan bayi, tingkat kesadaran bayi, dan juga perubahan warna kulit bayi. Bilamana dalam observasi atau pemantauan tersebut ditemukan kondisi yang membutuhkan resusitasu maka akan dilaksanakan:
  • Memberikan rangsangan dan stimulasi untuk merangsang bayi bernafas dengan sendirinya
  • Memberikan bantuan nafas melalui hidung atau mulut bayi.
  • Melakukan penekanan pada dinding dada bayi dengan teratur untuk merangsang kerja jantung dan aliran darah.
  • Bilamana dibutuhkan, memberikan obat-obatan dapat dilakukan untuk membantu pemulihan keadaan bayi.


Bilamana pada waktu pengamatan dicurigai gangguan atau henti nafas bayi diakibatkan oleh tersedak maka penolong akan berupaya membersihkan jalan nafas. Pada waktu keadaan ini langkah pertama yang dilaksanakan oleh penolong adalah melakukan pemeriksaan pada bagian dalam mulut dan hidung. Bila didapatkan benda ataupun cairan yang menyumbat maka akan disedot keluar. Tatalaksana resusitasi akan dilaksanakan setelah ini.

Resusitasi bayi baru lahir ini biasanya hanya dilaksanakan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Namun, tidak salahnya para orang tua mengetahui teori dan teknik dasarnya. Dengan pengetahuan dasar yang mumpuni maka diharapkan para orang tua tahu apa tindakan yang harus diambil saat keadaan gawat darurat bayi. Tentunya akan lebih bermanfaat melakukan pertolongan pertama pada bayi ketimbang panik tak tentu arah. Semoga artikel kondisi yang membutuhkan resusitasi bayi baru lahir ini bermanfaat.

Post a Comment for "Kondisi yang Membutuhkan Resusitasi Bayi Baru Lahir"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>