Indikasi dan Dosis Obat Acyclovir / Asiklovir - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indikasi dan Dosis Obat Acyclovir / Asiklovir

Asiklovir atau acyclovir adalah salah satu jenis obat antiviral. Asiklovir ini dimanfaatkan khususnya dalam tatalaksa terapi dan pengobatan yang diakibatkan oleh infeksi virus herpes simpleks, varisela  zoster atau cacar air, dan herpes zoster. Pemanfaatan lainnya yaitu dalam pencegahan infeksi oleh karena sitomegalovirus (CMV) dan oleh karena virus Epstein-Barr.

Indikasi dan dosis obat acyclovir atau asiklovir
gambar obat acyclovir

Review Singkat Obat Acyclovir / Asiklovir

NAMA
Nama Obat Generik :
Acyclovir atau Asiklovir

Nama Merek Dagang atau Nama Paten Obat :
Acifar, Azovir, Clinovir, Clopes, Clovika, Danovir, Herax, Herpiclof, Lacyvir, Licovir, Lovires, Lovirtrop, Martrovir, Mecovir, Mediclovir, Molavir, Palovir, Poviral, Samclovir, Scanovir, Temiral, Viralis, Vircovir, Vireth, Virtaz, Virules, Visirax, Vyrono, Zorel, Zoter, Zovirax.

Sediaan Obat Acyclovir / Asiklovir

Sediaan obat acyclovir yang umum dipakai atau sering tersedia di apotik adalah sebagai berikut:

  • Salep acyclovir. Ini adalah sediaan asiklovir topikal yang diperuntukan pada pemakaian luar.
  • Kapsul acyclovir (acyclovir cap). Tiap kapsul mengandung 200 mg asiklovir.
  • Sirup Acyclovir (acyclovir syr). Sediaan sirup asiklovir ini biasanya dipakai untuk usia anak-anak. Tiap 5 mL sirup suspensi mengandung 200 mg asiklovir.
  • Tablet acyclovir (acyclovir tab). Tiap tablet asiklovir mengandung 200 mg, 400 mg, atau 800 mg asiklovir.
  • Solusio injeksi (acyclovir inj). Tiap 1 mL mengandung 50 mg asiklovir. 
  • Bubuk injeksi. Dalam 1 vial dapat mengandung 500 mg atau 1 gram asiklovir.

Farmakologi Obat Asiklovir

Mekanisme
Asiklovir merupakan suatu analog nukleosida purin asiklik. Zat ini aktif terhadap virus herpes simpleks, varicella zoster, Epstein-Barr, dan Cytomegalovirus. Di dalam sel, Obat acyclovir ini mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktif (acyclovir trifosfat) yang bercampur dengan enzim DNA polimerase untuk menghambat replikasi DNA melalui terminasi rantai di dalam sel.

Absorpsi
Asiklovir mengalami penyerapan sebanyak 15-30% melalui oral. Kadar puncak dalam serum tercapai dalam waktu 1,5 hingga 2 jam bila melalui oral. Untuk penggunaan melalui IV dapat dicapai dalam waktu 1 jam.

Distribusi
Obat ini didistribusikan secara luas (meliputi organ otak, paru-paru, hati, empedu, ginjal, otot, uterus, vagina, dan cairan serebropsinal). Kira-kira sebanyak 9 hingga 33% terikat dengan protein pengikat.

Metabolisme
Obat ini mengalami metabolisme di organ hati dalam jumlah yang kecil

Eliminasi
Obat ini mengalami eliminasi berdasarkan waktu paruh. Waktu paruh 4 jam pada neonatus, 2 hingga 3 jam pada anak 1-12 tahun, dan 3 jam pada orang dewasa. Obat akan diekskresikan via urin sebanyak 62 hingga 90% dalam bentuk yang tidak berubah bentuk.

Indikasi dan Besar Dosis Obat Acyclovir / Asiklovir

Indikasi pemakaian obat asiklovir ini adalah untuk pengobatan penyakit karena virus herpes simpleks pada kulit dan selaput lendir, termasuk herpes genitalis inisial dan rekuren. Selain itu juga pada pengobatan oleh karena infeksi herpes zoster dan varicella zoster (cacar air).

Dosis Obat Acyclovir Berdasarkan Penyakit

Di bawah ini akan dijabarkan berapa besaran dosis obat asiklovir yang disesuaikan dengan jenis penyakit dan kondisi pasiennya. Berikut besaran dosisnya:
1. Dosis Acyclovir untuk Penyakit Herpes Genitalis
  • Terapi awal : dosis sebanyak 200 mg dengan cara pemberian oral (PO) 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 10 hari atau 400 mg PO setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari.
  • Terapi intermiten untuk rekurensi : 200 mg PO 5 kali sehari setiap 4 jam selama lima hari ; diinisiasi tanda atau gejala awal rekurensi.
  • Terapi supresi untuk rekurensi yang bersifat kronik : 400 mg PO tiap 12 jam selama hingga 12 bulan; sebagai alternatif, 200 mg 3 sampai 5 kali sehari.

2. Dosis Asiklovir untuk Penyakit Herpes Simpleks Mukokutaneus
2.a. Pada pasien dewasa dalam keadaan imunokompromise :
  • Pemberian intravena (IV) : 5 mg per kgBB tiap 8 jam selama 7 hari
  • PO : 400 mg 5 kali sehari tiap 4 jam selama 7 hari. Pernah dilaporkan hingga 14 hari.
2.b. Pada pasien anak dengan immunokompromise :
  • Usia di bawah 12 tahun : 10 mg per kgBB melalui IV tiap 8 jam selama 7 hari
  • Umur di atas 12 tahun : 5 sampai 10 mg per kgBB per hari melalui IV dibagi dalam 3 dosis selama 5 sampai 7 hari; pernah dilaporkan hingga 14 hari.

3. Dosis Acyclovir untuk Penyakit Ensefalitis karena Herpes Simpleks
3.a. Usia dewasa : 10 sampai 15 mg per kgBB melalui IV tiap 8 jam selama 10 hari; Pernah dilaporkan hingga 15-21 hari.3.b. Usia anak :
  • Usia 3 bulan - 12 tahun : 20 mg per kgBB IV selama 10 hari; pernah dilaporkan hingga 14 sampai 21 hari.
  • Usia di atas 12 tahun : 10 sampai 15 mg per kgBB IV tiap 8 jam selama 14 sampai 21 hari.

4. Dosis Asiklovir untuk Penyakit Herpes Simpleks Neonatal
Pemberian dosis sebanyak 30 mg per kgBB per hari secara IV dibagi dalam 3 dosis selama 14 sampai 21 hari.
5. Dosis Acyclovir untuk Penyakit Herpes Zoster
5.a. Pasien usia dewasa :
  • Terapi kondisi akut pada pasien dewasa : 800 mg PO 5 kali sehari tiap 4 jam selama 7 sampai 10 hari.
  • Pasien dalam kondisi immunokompromise : 10 mg per kgBB IV tiap 8 jam selama 7 hari
5.b. Pasien Anak :
  • Usia di atas 12 tahun  : 800 mg PO 5 kali sehari tiap 4 jam selama 7 sampai 10 hari.
  • Usia di bawah 12 tahun (imunokompromise) : 20 mg per kgBB IV tiap 8 jam selama 7 hari.
  • Usia di atas 12 tahun (imunokompromise) : 30mg per kg per hari IV dibagi dalam 3 dosis selama 7 sampai 10 hari.
5.c. Penyesuaian dosis obat acyclovir / asiklovir
Penggunaan pada pasien dengan gangguan ginjal diperukan penyesuaian dosis obat seperti di bawah ini:

  • Kreatinin klirens 25-50 ml/ menit : direkomendasikan dosis tiap 12 jam.
  • Kreatinin klirens 10-25 ml/ menit : direkomendasikan dosis tiap 24 jam.
  • Kreatinin klirens 0-10 ml/ menit : direkomendasikan dosis 50% nya tiap 24 jam.

6. Dosis Asiklovir untuk Penyakit Varisela zoster (cacar air)
6.a. Usia Dewasa :
  • Pasien immuno kompeten dengan lebih dari 40 kg : 800 mg PO tiap 6 jam selama 5 hari.
  • Pasien imunokompromise : 10-15 mg per kgBB IV tiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari.
6.b. Usia anak :
  • Usia ≥ 2 tahun dan BB kurang dari 40 kg : 20 mg per kgBB per kali PO tiap 6 jam selama 5 hari; tidak melebihi 800 mg per kali
  • Anak lebih dari 40 kg : 800 mg PO tiap 6 jam selama 5 hari
6.c. Pasien imunokompromise :
  • Usia di bawah 12 tahun : 20 mg per kgBB per kali IV tiap 8 jam selama 7 hari.
  • Usia di atas 12 tahun : 10 mg per kgBB per kali IV tiap 8 jam selama 7 hari.

Untuk lebih lengkap tentang besar dosis obat acyclovir untuk anak, silahkan baca di tautan di bawah ini:
👶 Dosis Acyclovir Anak

Penggunaan Acyclovir Pada Wanita Hamil dan Ibu Menyusui

1. Kategori keamanan pada wanita hamil adalah B. (klik di sini untuk melihat)
2. Pada wanita menyusui : acyclovir dapat masuk ke ASI; gunakan hati-hati.

Kontraindikasi dan Interaksi Obat Asiklovir

1. Kontraindikasi acyclovir
Pemakaian sebaiknya dihindari pada pasien yang hipersensitif terhadap obat ini.

2. Peringatan
  • Hindari infus atau bolus cepat karena risiko kerusakan ginjal.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien imunokompromise karena berisiko ITP atau hemolytic uremic syndrome.
  • Penggunaan hati-hati pada pasien yang sedang mendapat obat nefrotoksik
  • Pertahankan hidrasi yang adekuat selama terapi obat ini, terutama pada pasien yang mengalami gangguan ginjal.

Interaksi Obat Asiklovir

1. Interaksi bersifat serius, lebih baik gunakan alternatif
* + amfoterisin B : keduanya sama-sama meningkatkan nefroktoksisitas dan/ atau ototoksisitas. Dikontraindikasikan selama masih ada alternatif dan selama risiko lebih besar dari keuntungan
* + bacitracin : meingkatkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas.
* + neomycin PO : meningkatkan nefroktoksisitas dan ototoksisitas.

2. Interaksi bersifat signifikan, harap monitor ketat
* + amoksisilin : yang satu meningkatkan kadar yang lainnya karena mengurangi klirens ginjal.
* + cisplatin : meningkatkan risiko nefrotoksik dan ototoksik.
* + cyclosporin : meningkatkan risiko nefrotoksik dan ototoksik.
* + gentamisin : meningkatkan risiko nefrotoksik dan ototoksik.
* + kanamisin : meningkatkan risiko nefrotoksik dan ototoksik.
* + probenesid : acyclovir meningkatkan level dan efek probenesid dengan cara kompetisi anionik klirens tubular ginjal.

3. Obat lain bersifat interaksi minor.
Dr. Zuhdy
Dr. Zuhdy Aktif sebagai dokter umum di dunia nyata dan senang membagikan informasi kesehatan di dunia maya. Gabung Fans Page FB kami: Kedokteran dan Kesehatan

Post a Comment for "Indikasi dan Dosis Obat Acyclovir / Asiklovir"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>