Alasan Medis Menggunakan Pengganti ASI - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alasan Medis Menggunakan Pengganti ASI

Alasan medis penggunakan pengganti ASI - Kedokteran dan Kesehatan. ASI / air susu ibu adalah sumber nutrisi yang paling baik untuk sang bayi. Walaupun demikian, ada bermacam keadaan medis yang membuat justifikasi pemberian pengganti ASI (susu formula) baik periode sementara ataupun periode permanen. Tenaga medis harus dengan yakin telah menimbang bahaya risiko pemberian ASI  / air susu ibu lebih besar bila dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh.

Alasan Medis Menggunakan Pengganti ASI

2 Keadaan Medis Mengganti ASI dengan Susu Formula

Menghentikan asupan ASI dan menggantinya dengan susu formula dibenarkan asalkan terjadi hal- di bawah ini:

KEADAAN BAYI
❤ Bayi yang tidak diperbolehkan mengonsumsi air susu ibu dan susu tipe lain; hanya boleh susu formula khusus. Contoh kasusnya, yaitu:

  • Galaktosemia klasik: membutuhkan susu formula khusus dengan komposisi bebas galaktosa.
  • Maple Syrup Urine Disease: membutuhkan susu formula khusus yang tidak mengandung leusin, isoleusin, dan juga valin.
  • Fenilketonuria: membutuhkan susu formula khusus yang tidak mengandung fenilalanin (pada sebagian kasus, pemberian air susu ibu dapat dilakukan dengan evaluasi yang ketat).
❤ Bayi yang memerlukan penggantian sementara waktu, akan tetapi sebenarnya baginya ASI tetap merupakan pilihan terbaik.

  • Bayi dengan berat lahir
  • Bayi lahir dengan usia gestasi
  • Bayi baru lahir yang memiliki risiko gangguan adaptasi metabolik atau ditemukan keadaan peningkatan kebutuhan glukosa (contoh bayi prematur, kecil untuk masa kehamilan, stress hipoksik/ iskemik intrapartum, dan juga bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes dimana kadar glukosanya tidak kunjung membaik setelah pemberian ASI).
KEADAAN IBU
❤ Keadaan ibu yang membuat penghentian ASI secara permanen.
Ibu yang menderita infeksi HIV, yang terpenuhi kriteria AFASS (acceptable, feasible, affordable, sustainable, and safe). Bilamana kriteria AFASS tidak bisa dipenuhi maka pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sebaiknya dilaksanakan. Tidak diperkenankan mencampur ASI dan susu formula.

❤ Keadaan ibu yang membuat penghentian ASI secara sementara.

  • Ibu dalam keadaan sakit berat sehingga tidak bisa merawat dan menyusui buah hatinya. Contohnya keadaan sepsis.
  • Ibu memiliki penyakit HSV tipe-1 sehingga harus dilakukan putus kontak langsung antara lesi di payud ara ibu dengan mulut bayinya hingga setidaknya lesi aktif sembuh.
  • Ibu dalam terapi farmaka obat-obat: Obat psikoterapi yang sedatif, anti-epileptik, opioid, ataupun kombinasinya yang bisa mengakibatkan drowsiness dan depresi nafas.
  • Bahan radio-aktif iodine-131 seharusnya dihindari bila masih ada alternatif yang lain. Namun, bila keadaan terpaksa maka silahkan memanfaatkannya, akan tetapi ibu baru boleh memberikan air susu ibu kembali setelah 2 bulan paska menerima iodine-131.
  • Penggunaan iodine topikal yang berlebihan pada perawatan luka sebaiknya dihindari. Hal ini bisa menyebabkan supresi tiroid dan gangguan elektrolit pada bayi yang memperoleh ASI.
  • Kemoterapi, ibu yang sedang dalam kemoterapi diharuskan menghentikan pemberian ASI selama tahapan kemoterapi.
❤ Kondisi ibu yang mengakibatkan air susu ibu masih bisa dikonsumsi oleh bayi, akan tetapi beyi berisiko terkena gangguan kesehatan.

  • Abses payudara: Bayi disusui pada bagian payuda ra yang sehat. Bila terapi pengobatan telah dimulai maka bayi boleh menyusui pada bagian yang sakit.
  • Hepatitis B: Air susu ibu masih tetap boleh diberikan. Bayi harus dipastikan memperoleh vaksin Hepatitis B kurng dari 24 jam setelah lahir.
  • Hepatitis C.
  • Penyakit mastitis: Aktivitas menyusui harus jalan terus walaupun menyakitkan. Perburukan mastitis dapat dikurangi dengan meneruskan aktivitas menyusui karena sekresi kelenjar susu yag lancar akan mengurangi risiko terbentuknya abses.
  • Tuberkulosis: penyakit ini bukan merupakan kontraindikasi pemberian ASI. Namun, dalam pemberian air susu ibu harus mengetahui prosedur yang benar.
  • Penggunaan bahan berbahaya:
  • Ibu memakai zat nikotin, alkohol, amfetamin, ekstasi, kokain, agen stimulasi lainnya yang telah memiliki banyak bukti merugikan bagi buah hati.
  • Pemakaian agen sedasi: alkohol, opioid benzodiazepine, dan ganja.
Baca topik sejenis
Dr. Zuhdy
Dr. Zuhdy Aktif sebagai dokter umum di dunia nyata dan senang membagikan informasi kesehatan di dunia maya. Gabung Fans Page FB kami: Kedokteran dan Kesehatan

Post a Comment for "Alasan Medis Menggunakan Pengganti ASI"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>