Penyakit Stroke Bagian 2 - Penatalaksanaan, Pencegahan, dan Prognosis - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyakit Stroke Bagian 2 - Penatalaksanaan, Pencegahan, dan Prognosis

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel penyakit stroke sebelumnya. Artikel ini berjudul penyakit stroke bagian 2 - penatalaksanaan, pencegahan, serta prognosis. Bila Anda belum membaca artikel sebelumnya silahkan baca di penyakit stroke. Silahkan dibaca!

penatalaksanaan medis penyakit stroke


Penjelasan Penyakit Stroke - Penatalaksanaan, Pencegahan, dan Prognosis

Penatalaksanaan Pada Penyakit Stroke

1. Pedoman penatalaksanaan hipertensi
Bila tekanan sistole > 220 mmHg dan tekanan diastole > 120 mmHg, tekanan darah harus diturunkan sesegera mungkin untuk mengurangi pembentukan edema vasogenik. Penurunan tekanan darah dapat menurunkan risiko perdarahan yang terus-menerus ataupun berulang. Anti hipertensi diberikan bila sistole >180 mmHg atau diastole >100 mmHg. Perlu diingat bahwa pada fase akut tekanan darah tidak boleh diturunkan lebih dari 20-25 % dari tekanan MAP.

Bila tekanan sistolik < 180 mmHg dan diastole < 105 mmHg, pemberian obat ditangguhkan dahulu. Tekanan perfusi tetap dipertahankan > 70 mmHg. Pada penderita yang memiliki riwayat hipertensi, penurunan tekanan darah MAP harus dipertahankan 130 mmHg. Bila tekanan sistole turun <90 mmHg, harus diberikan vasopresor untuk menaikkan tekanan darah.

2. Penatalaksanaan Umum
  • Monitor tanda-tanda vital
  • Mencegah terjadinya peningkatan tekanan intrakranial atau tekanan arterial yang mungkin dapat menyebabkan terjadinya perdarahan ruptur aneurisma berulang dengan cara tirah baring total dengan posisi kepala ditinggikan dan dilakukan pemberian manitol
  • Pemberian sedasi misalnya diazepam 5 mg tiap 6 jam
  • Pemberian anti perdarahan
  • Untuk kelainan jantung akibat PSA dapat diberikan B-bloker seperti Propanolol


3. .Terapi Pembedahan
Terapi ini dilakukan pada keadaan darurat untuk penanganan tekanan intra kranial yang tinggi. Terapi ini bertujuan untuk mengeluarkan hematoma dan juga menangani hidrosefalus akut yang dapat mencegah perdarahan ulang dan meminimalkan terjadinya vasospasme.

Pencegahan Penyakit Stroke

pencegahan dan pengobatan penyakit stroke

1. Mengatur Pola Makan Halal dan Sehat
1.a. Makanan yang membantu menurunkan kadar kolesterol
  • Serat larut yang biasanya banyak terdapat dalam biji-bijian seperti beras merah, gandum. dan jagung.
  • Obat akan menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, menurunkan tekanan darah dan menekan nafsu makan bila dimakan di pagi hari (memperlambat pengosongan usus).
  • Kacang kedele dan produk olahannya dapat mengurangi kadar lipid serum, menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida.
  • Mekanisme kerja : meningkatkan ekskresi asam empedu, menambah aktivitas estrogen dari isoflavon, memperbaiki elastisitas arterial dan menambah aktivitas antioksidan yang menghambat oksidasi LDL.
  • Kacang-kacangan : menurunkan kolesterol LDL dan mungkin mencegah aterosklerosis.

1.b. Makanan Lain Yang Berpengaruh Kepada Prevensi Stroke
  • Makanan/ zat yang dapat membantu memecah homosistein seperti asam folat vitamin B6, B12 dan riboflavin.
  • Kalsium dan susu memiliki efek protektif terhadap stroke.
  • Ikan - terutama yang berlemak - (seperti tuna dan salmon) mangandung omega-3, eicosapentenoic (EPA) dan docosahexonoeic acid (DHA) yang berperan sebagai pelindung jantung dengan efek proteksi terhadap risiko kematian mendadak, menurunkan risiko aritmia, mengurangi kadar trigliserida, menurunkan kecenderungan adhesi dari platelet, sebagai prekursor pembentukan prostaglandin, inhibisi sitokin, anti inflamasi dan stimulasi NO endothelial. Makanan ini dianjurkan untuk dikonsumsi 2 kali/ minggu.
  • Makanan yang kaya vitamin C, E dan beta karoten seperti buahan dan biji-bijian dapat berperan sebagai sumber antioksidan.
  • Buah-buahan dan sayuran.

2. Menghentikan Rokok
3. Menghindari Minum Alkohol dan Penyalahgunaan Obat.
4. Melakukan Olahraga Yang Teratur
5. Menghindari Stres dan Beristirahat Yang Cukup


Prognosis Penyakit Stroke

1. Prognosis Jangka Pendek
Sekitar 30 hingga 60% penderita stroke meninggal dalam 3-4 minggu pertama setelah terjadinya onset. Angka kematian pasien stroke berbeda-beda pada beberapa jenis stroke. Angka kematian tertinggi dijumpai pada PIS (perdarahan intra-serebral) sekitar 60-90%, meskipun dilakukan operasi kemungkinan hidup tidak lebih dari 50%. Sedangkan angka kematian emboli otak sebesar 60% dan trombosis otak sebesar 30%.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis jangka pendek :
a. Tipe stroke
Kematian penderita PIS lebih tinggi daripada penderita infark otak, dan prognosis
fungsional PIS kurang baik dibandingkan infark otak. Sedangkan penyembuhan PSA umumnya baik.

b. Luas dan daerah lesi
Lesi di batang otak akan menimbulkan gangguan motorik yang lebih berat daripada lesi supratentorial, sebaiknya lesi supratentorial menimbulkan gangguan fungsi luhur.

c. Defisit Neurologik
  • Defisit Motorik :

Bila dalam 1 bulan tanpa perbaikan menunjukkan prognosa yang buruk, dan kemampuan dapat berjalan sendiri hanya 15%.
  • Defisit Sensorik :

Hubungan defisit sensorik dengan penyembuhan masih belum jelas.
  • Gangguan Visual :

Akan mempersulit penyembuhan
  • Kesadaran

Pada penderita koma dalam beberapa jam setalah onset hampir seluruhnya meninggal. Sedangkan pada penderita sopor sebanyak 10% dapat bertahan hidup, dan pada komposmentis 72% dapat bertahan hidup.

2. Prognosis Jangka Panjang
Dipenganruhi oleh :
a. Umur
Kematian penderita stroke dalam 1 tahun setalah onset umur 70-79 tahun dua kali lebih tinggi dibandingkan penderita yang 20 tahun lebih muda.

b. Hipertensi
Prognosis akan bertambah buruk bila tekanan sistolik tinggi, tapi bila tekanan darah terkontrol dengan baik, prognosis akan lebih baik. Kematian jangka panjang penderita stroke yang disertai tekanan diastolik > 110 mmHg secara bermakna lebih tinggi daripada tekanan diastolik yang lebih rendah.

c. Penyakit jantung
Adanya kelainan EKG dalam bentuk apapun akan menurunkan kemungkinan hidup penderita dalam 3 tahun setelah onset stroke. Kebanyakan penderita penyakit jantung berat akan meninggal dalam waktu 1 tahun setalah onset.


Anda dapat membaca artikel kesehatan mengenai saraf lainnya di Ilmu Penyakit Saraf. Like facebook fans page kami untuk mengikuti update dari kami!
Dr. Zuhdy
Dr. Zuhdy Aktif sebagai dokter umum di dunia nyata dan senang membagikan informasi kesehatan di dunia maya. Gabung Fans Page FB kami: Kedokteran dan Kesehatan

Post a Comment for "Penyakit Stroke Bagian 2 - Penatalaksanaan, Pencegahan, dan Prognosis"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>