Sindrom Savant - KLIK INSTAL
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sindrom Savant

Bagi para pecinta drama Korea, pasti mengenal fim terbaru yang tengah ditayangkan di kanal KBS, “Good Doctor”. Dalam film ini, diceritakan tokoh utamanya, Park Si On, yang berprofesi sebagai seorang dokter dan mengalami “gangguan” sindrom Savant. Karakter dan perilakunya yang tak biasa namun memiliki kecerdasan serta daya ingat yang luar biasa. Bagaimanakah sebenarnya sindrom ini?
Ayo, kita simak dalam artikel ini.

Definisi
Sindrom Savant adalah istilah untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik atau mental yang serius, namun mereka juga memiliki kemampuan atau talenta yang luar biasa atau spektakuler. Sindrom Savant seringkali dianggap sebagai sebuah fenomena psikologis dan kognitif yang luar biasa.
Sindrom Savant pertama kali pada tahun 1887 dikemukakan oleh Dr. Langdon Down yang juga dikenal menelurkan Sindrom Down. Pertama kali, Down menyebutkan sindrom ini sebagai “idiot savant” (idiot: kecerdasan rendah, savant berasal dari bahasa Perancis, savoir, yang berarti memiliki kemampuan mengetahui dan bijak). Namun istilah ini kian pudar karena memiliki arti konotasi yang buruk.

Epidemiologi
Menurut David Hiles dari De Montfort University di Inggris, sindrom ini amat jarang ditemukan. 50% kasus sindrom Savant berasal dari penyandang autisme, dan sebagian lagi dialami pada mereka ynag memiliki gangguan pekembangan dan cedera sistem saraf pusat. Selain itu, 10% dari penderita autisme mengalami sindrom Savant.
Dalam statistik, lebih banyak pria dibandingkan wanita yang menyandang sindrom ini, dengan perbandingan 4:1 sampai 6:1.

Patofisiologi
Penyebab sindrom Savant tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa ahli memperkirakan adanya hubungan sindrom ini dengan gangguan autistik. Terdapat beberapa teori yang mencoba menjelaskan penyebab sindrom ini:
Teori Perkembangan Biologis: Adanya penyebab dalam genetika, neurokimiawi, gangguan fungsi otak di hemisfer kiri dan lobus temporalis.
Teori Kognitif: Adanya gangguan atau defisit dalam fungsi eksekutif (melakukan sesuatu) dan penalaran abstrak Beberapa teori lainnya seperti teori kompensasi.

Gejala dan Diagnosis
Gejala yang timbul dapat merupakan bawaan sejak lahir (kongenital) atau didapat misalnya karena gangguan sistem saraf pusat, misalnya meningitis atau radang selaput otak, epilepsi, demensia, dan lainnya. Orang yang mengalami sindrom Savant biasanya sebelumnya memilki gangguan autistik atau gangguan sistem saraf pusat.Tingkat kecerdasan atau IQ-nya bervariasi, dapat rendah (50-70) sampai superior (125).
Selain itu juga terdapat keterbatasan dalam penglihatan, kemampuan sosial, komunikasi, dan kepercayaan diri. Mereka memiliki kemampuan kreatif, yang tidak sekedar duplikatif (menjiplak).  Kemampuan dan talenta yang timbul biasanya luar biasa dan sangat bertolak belakang dengan gangguan struktural yang dialaminya. Kemampuan yang luar biasa ini dapat timbul tiba-tiba dan dilaporkan juga dapat hilang. Kemampuan yang selama ini ditemukan pada penyandang sindrom ini dapat terbagi menjadi talented savant (kemampuan lebih) dan prodigy savant (kemampuan yang amat luar biasa):
  • Daya ingat yang luar biasa. Misalnya dapat mengingat stastitik, daftar nomor telepon, semua jadwal bus, dan daftar lema dalam kamus.
  • Kemampuan berhitung. Kemampuan ini biasanya instan dan spontan seperti perkalian, akar kuadrat, bilangan prima, dan lainnya. Mereka juga dapat menghitung penanggalan dalam kalender.
  • Kemampuan bermusik. Banyak ditemukan pada penyandang sindrom ini. Mereka dapat mengenal nada dengan sempurna dan dapat memainkan kembali musik yang baru saja didengar.
  • Kemampuan artistik. Mereka dapat menggambar, memahat, mematung, dan melukis dengan baik.
  • Kemampuan berbahasa. Biasanya amat jarang, namun ada kasus poliglot dimana dapat membaca dan mengalihbahasakan 15 sampai 20 bahasa. Selain itu juga dapat memiliki kemampuan puitis dan sastra.

Sindrom ini harus dibedakan dengan sindrom Asperger, hiperleksia (anak-anak yang memiliki kemampuan membaca dini), atau sindrom Einstein (anak yang telat dapat membaca).

Contoh Kasus
Beberapa contoh kasus yang pernah dilaporkan:
  • Pada tahun 1923, Minogue melaporkan kasus seorang yang berkemampuan musik luar biasa pada anak berusia 3 tahun yang mengalami meningitis atau radang selaput otak.
  • Pada tahun 1980, Brink melaporkan kasus anak 9 tahun yang memiliki cedera di otak kiri karena tembakan peluru sehingga mengalami kebisuan, tuli, dan lumpuh sisi kiri. Namun ia memiliki kemampuan mekanis yang luar biasa.
  • Pada tahun 1991, Dorman melaporkan kasus anak usia 8 tahun yang dapat menghitung penanggalan yang luar biasa. Padahal ia mengalami operasi pengangkatan otak sebelah kiri atau hemisferektomi.


Manajemen dan Terapi
Tidak ada penanganan khusus pada sindrom Savant. Biasanya penanganan sindrom Savant bergantung pada gangguan penyertanya misalnya gangguan sistem saraf pusat. Pelatihan kemampuan dapat menjadi pendekatan untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi, komunikasi, dan kepercayaan diri.

Prognosis
Kemampuan dan talenta dapat membantu meningkatkan kualitas hidupnya, sehingga diperlukan dorongan untuk terus mempraktikan dan meningkatkan kemampuan tersebut. Prevensi Tidak ada tindakan pencegahan yang diketahui.

sumber :
google.com
tanyadok.com dengan
Referensi
  1. Hiles D. Savant Syndrome. De Montfort University. Tersedia di http://www.psy.dmu.ac.uk/drhiles/Savant%20Syndrome.htm
  2. Treffert DA. Savant Syndrome: Realities, Myths and Misconceptions. J Autism Dev Disord. 2013 Aug 6.
  3. Treffert DA. The Savant Syndrome: Islands of Genius. AutismToday.com. Tersedia di http://www.autismtoday.com/articles/SavantSyndrome.htm
  4. Miller LK. Defining the Savant Syndrome. Journal of Developmental and Physical Disabilities Vol 10 No. 1, 1998.
  5. Hughes JR. The savant syndrome and its possible relationship to epilepsy. Adv Exp Med Biol. 2012;724:332-43.
  6. Takahata K, Mimura M. Acquired savant syndrome in frontotemporal dementia. Rinsho Shinkeigaku. 2010 Nov;50(11):1017.
  7. Heaton P, Wallace GL. Annotation: the savant syndrome. J Child Psychol Psychiatry. 2004 Jul;45(5):899-911.
Dr. Zuhdy
Dr. Zuhdy Aktif sebagai dokter umum di dunia nyata dan senang membagikan informasi kesehatan di dunia maya. Gabung Fans Page FB kami: Kedokteran dan Kesehatan

Post a Comment for "Sindrom Savant"

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2631650870646061" crossorigin="anonymous"></script> <!-- Iklan --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-2631650870646061" data-ad-slot="9511910312" data-ad-format="auto" data-full-width-responsive="true"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>